9 Okt 2011

Menalar Logika Fahri Hamzah dkk.

www.reputationinstitute.com
Hari ini masih saja ramai suara-suara penentang KPK. Tapi yang lebih menyedihkan adalah argumen yang diajukannya. Pertama, Fahri Hamzah menyatakan soal lembaga superbody-nya KPK. Lalu muncul petinggi PKS yang menyatakan suara Fahri tidak bertentangan dengan PKS. Dan yang terakhir, muncul staf ahli hukum Annis Matta, Amin Fahrudin yang bikin argumen baru.

Katanya gara-gara KPK kasus korupsi malah semakin numpuk, bukannya semakin berkurang. Lalu KPK disebut bikin negara tekor, karena dengan biaya operasional pertahunnya sekarang ini, dana yang dikembalikan ke negara tidak lebih banyak.  Menurutnya data itu diambil dari ICW. Mungkin data dari Komite Pengawas KPK yang dimaksud.

Maksut 'lo?

Sementara biaya operasionalnya KPK sendiri berkisar Rp 170 miliar per tahun. Jangan lupa, anggaran penindakan pada tahun 2011 ini justru dipangkas hampir 7 Milyar, dari Rp 26,3 milyar pada 2010 menjadi Rp 19,2 milyar untuk 2011. Sementara anggaran pencegahan, hanya disebut lebih besar dari penindakan, jadi diasumsikan lebih besar dari 19,2 Milyar. Siapa lagi yang menyunat anggaran kalau bukan DPR?

Kalau dibandingkan dengan biaya operasional DPR RI dan hasilnya, maka kita bisa lihat angka yang menarik. Berita dari detik.com, tampak bahwa produktifitas DPR periode 2009-1014 semakin merosot. Belum ada satu pun RUU yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2011 yang telah disahkan sebagai UU baru. Dua RUU yang disahkan per Oktober 2011 adalah ajuan pada tahun 2010. Tahun 2012, DPR RI sudah menyetujui anggaran untuk mereka sebesar 3,5 Trilyun!

Kalau menggunakan logika orang-orang PKS itu, entahlah siapa yang sebenarnya bikin tekor negara.

-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar