30 Agt 2011

Sulitnya Menentukan Bulan Baru

Kisruh seputar penentuan bulan baru, 1 Syawal 1432 Hijriyah menjadi berita besar belakangan ini. Tahun Hijriyah, atau Kalender Islam yang digunakan umat muslim, tidak sama dengan tahun Masehi yang digunakan pada umumnya. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, sedangkan kalender biasa (kalender Masehi) menggunakan peredaran matahari. Tahun kalender Hijriyah, dinamakan demikian karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.

Terlepas dari beragam pendapat, saya yang awam soal astronomi cuma bisa mencoba mencari informasi yang selengkapnya di berbagai sumber. Intinya yang ingin saya tahu adalah, kapan sebenarnya bulan baru itu muncul. Yang perlu diingat, jam kita menghitung tanggal baru setelah melewati pukul 12.00 tengah malam, sedangkan kalender Hijriyah akan menandai hari baru ketika hari itu bulan sudah mulai muncul. Berikut ini adalah temuan-temuan saya.

Dari situs timeanddate.com, inilah fase perpindahan bulan dalam bulan Agustus. Karena saya berdomisili di Bandung, saya coba gunakan lokasi Kota Bandung sebagai acuan. Menurut perhitungan situs ini, kemunculan bulan baru terjadi pada tanggal 30 Agustus 2011, pukul 06.28 WIB. Artinya pada saat itu, bulan telah berganti meski bulan hanya tampak sebesar 2%, yang artinya sulit dilihat oleh mata.


Sedangkan pula dari situs moon-phases.net pada tanggal 31 Agustus 2011 baru dihitung sebagai bulan baru. Sayangnya tidak dijelaskan pada pukul berapa bulan baru tersebut muncul.



Dari situs yang lain, aa.usno.navy.mil perhitungan mereka menentukan bulan baru sudah terjadi pada tanggal 29 Agustus 2011, pukul 03.04 waktu UTC, atau 10.04 WIB.

Sama dengan hasil perhitungan dari aa.usno.navy.mil, situs NASA juga menghitung bulan baru muncul sejak tangggal 29 Agustus 2011 pukul 03.04 waktu UTC, atau jika dikonversi pada jam Indonesia, kira-kira pukul 10.04 WIB pagi. Dengan perubahan tanggal Hijriyah yang dihitung paska tenggelamnya matahari, atau ba'da Magrib, maka pada tanggal 29 Agustus selepas Maghrib, bulan baru sudah masuk.


Inilah data yang digunakan oleh Muhammadiyah, yang menggunakan teknik Hisab dalam menentukan kalender Hijriyah. Berbeda dengan teknik Rukyah yang membutuhkan pengamatan Hilal secara langsung, metode Hisab tidak perlu menunggu Hilal terlihat oleh mata. Pada tanggal 29 Agustus 2011 itu, memang Hilal tidak akan terlihat oleh mata karena penampakannya sangat tipis. Karena itu pula, muncul perbedaan pandangan akan datangnya 1 Syawal 1432. Mana teknik yang paling benar, tentu sulit diputuskan oleh orang awam macam saya, dan artikel ini memang tidak bertujuan demikian.

Lagi-lagi, terlepas dari kontroversi ini, menurut saya baik metode Hisab atau Rukyah tidak perlu dipertentangkan secara ekstrim. Dengan melihat data di atas, baik Rukyah maupun Hisab sebenarnya menggunakan data yang sama. Jadi, apakah sesulit itu menentukan bulan baru? Secara teknis seharusnya tidak sulit. Persoalannya adalah, ini tentang keyakinan, bukan hitungan semata.

Jika Anda percaya bahwa hanya dengan pandangan mata kita bisa memastikan datangnya bulan baru, artinya Anda percaya pada Rukyah. Jika Anda percaya dengan perhitungan secara matematis yang akurasinya [sangat] detil tetapi tidak bisa dibuktikan dengan mata biasa, artinya Anda percaya dengan metode Hisab. Keduanya bisa dipastikan perbedaannya tidak akan lebih dari satu hari.

Perbedaan satu hari itu tetap sah, karena Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadis, diriwayatkan memang terkadang berpuasa selama 29 hari, atau 30 hari. Dari situs pernyataan Muhammadiyah tersebut, disebutkan bahwa hasil penyelidikan Ibnu Hajar menemukan, dari 9 kali Ramadan yang dialami Nabi saw, hanya dua kali saja beliau puasa Ramadan 30 hari. Selebihnya, yakni tujuh kali, beliau puasa Ramadan 29 hari.


Selamat Idul Fitri, mari bersama-sama rayakan kemenangan ini.

-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar