9 Des 2010

Wikileaks: Arena Perang Dunia Digital


Wikileaks mendapat serangan hebat yang sempat mengakibatkannya tidak bisa online selama beberapa waktu. Kabarnya, mereka mendapat serangan terus menerus dari hacker yang entah disewa, atau memang kepentingannya terganggu oleh keberadaan Wikileaks. Wikileaks sampai harus membuat banyak cadangan mirror web server supaya tetap bisa diakses. Tapi, bantuan datang dari mana-mana.

Merespon serangan itu, komunitas 4chan, yang terkenal dengan anonymous user-nya melakukan serangan balik. Yang jadi sasaran antara lain layanan Paypal dan sebuah Bank di Swiss, karena mereka memutuskan hubungan bisnis dengan Wikileaks. Komunitas anonim laiin pun tampaknya turut bergabung.
A 4chan spokesman named “Coldblood” has said that any web site that is “bowing down to government pressure” is a potential target of DDoS attacks, which flood a site with requests until it is shut down. The attacks are being performed under the name Operation Payback, which has also initiated attacks against anti-piracy groups such as the Recording Industry Association of America. If the campaign is valid, then Amazon, EveryDNS.net, MasterCard, Visa and others could also be targets — since all have cut off WikiLeaks.

Ars Technica reports that the attacks against PayPal took its blog offlinetemporarily but the main PayPal site wasn’t shut down. But the Swiss bank’s web site was unavailable for more than 16 hours. The bank was targeted because it shut one of WikiLeaks founder Julian Assange’s bank accounts because he liked about his residency on an application form. But even as it has lost access to revenue sources such as PayPal, the startup Flattr, created by Peter Sunde, co-founder of torrent site Pirate Bay, has been raising money for WikiLeaks.

Earlier today, Assange was arrested by the British police on sex charges related to an investigation in Sweden. He is fighting extradition, but also posted a missive dubbed, “Don’t shoot the messenger for revealing uncomfortable truths.” The idea of WikiLeaks, he wrote, was to use internet technologies in new ways to report the truth. He noted that Sarah Palin says he should be “hunted down like Osama bin Laden.” Assange also said that in its four-year history, WikiLeaks’ publications haven’t led to any deaths.

There are thus a lot of contradictions in what 4chan is doing, where its forces are preventing sites from speaking out and are punishing those sites because they want to hinder WikiLeaks from speaking out. The site of Assange’s Swedish prosecutors has also been taken offline. 4chan itself has also come under attack, and WikiLeaks itself has been under continuous cyber attack. Hundreds of mirror sites have sprouted to make sure that WikiLeaks does not go offline. Make no mistake. This is an infowar. In arecent tweet, cyber guru John Perry Barlow said just that, “The first serious infowar is now engaged. The field of battle is WikiLeaks. You are the troops.”
"Perang terbuka" ini berawal ketika PayPal menyatakan menghentikan layanan untuk Wikileaks setelah ditekan pemerintah AS. Sementara Departemen Luar Negeri AS menyangkal mereka telah mengontak langsung pihak Paypal. Para hacker ini lalu memanfaatkan media sosial seperti Twitter dan Facebook untuk berbagi informasi dan mengumumkan kegiatan mereka. Melalui akun Anonymous di Twitter, @Anon_Operation, para pembela sempat mengumumkan aktivitas mereka, tetapi tak lama kemudian akun tersebut dibekukan oleh pihak Twitter. Padahal akun itu sudah memiliki 20.000 pengikut. Pihak twitter tampaknya membekukan akun tersebut karena dianggap akun tersebut dengan sengaja menerbitkan sebuah tautan ke database nomor kartu kredit, lengkap waktu kadaluarsanya.

Tapi Operation Payback tidak tinggal diam. Mereka memperingatkan akan menyerang Twitter bila diskusi tentang Wikileaks disensor. Apakah itu akan terjadi, kita tunggu saja berita selanjutnya. Yang pasti, 'medan perang' wikileaks ini tampaknya bisa melebar kemana-mana.

Sementara di Facebook, akun mereka juga kena pembekuan. Fans Page Operation Payback dibekukan karena dianggap telah melanggar aturan yang dicantumkan Facebook. salah satu pasal yang dimaksud, adalah melakukan tindakan illegal di facebook. Dalam screenshot yang dirilis blog.forbes.com dan huffingtonpost.com, tampak bahwa para pendukung Operation Payback sedang saling memberi selamat atas keberhasilan mereka menyerang beberapa laman penting. Padahal, dalam sebuah berita di tempointeraktif.com, tertulis bahwa Facebook belum menutup fans page tersebut.
Yang pasti, kata Facebook, sampai saat ini laman fans Wikileaks di Facebook tidak melanggar hukum. "Tapi akmi terus memantau situasi mutakhir." Akun Wikileaks di Facebook saat ini memiliki 1.087.178 anggota.
Wikileaks sendiri sepertinya akan mampu bertahan. Mereka sekarang memiliki beberapa alamat di internet dan lebih dari 500 situs menawarkan salinan muatan Wikileaks. Lawan yang dihadapi Wikileaks jelas bukan sembarangan, namun Wikileaks juga memiliki pendukung yang tak kalah tangguh, yang telah siap mempertahankan masa depan situs tersebut. Hebatnya, mereka datang dari berbagai komunitas, yang terhubung oleh semangat kebebasan informasi.

Adakah informasi rahasia yang berkaitan dengan Indonesia? Menurut Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, pemerintah Indonesia enggan memberikan komentar terus-menerus mengenai apa yang dibocorkan oleh WikiLeaks. Indonesia tidak akan bereaksi berlebihan terhadap hal ini. "Bukan merupakan praktek pemerintah Indonesia maupun pemerintah manapun juga yang memberikan komentar terhadap informasi yang sifatnya rahasia, informasi intelijen, apalagi yang sifatnya dibocorkan secara tidak sepatutnya," ujarnya. Sementara politisi Golkar, Bambang Soesatyo, sempat melemparkan isu tentang kemungkinan adanya bocoran info soal Century dari Wikileaks.

Mungkin perang informasi melalui propaganda media massa sudah sering kita lihat, tapi kali ini, pertempuran para 'hacker' yang biasanya biasa kita lihat di layar perak, terjadi di dunia yang sesungguhnya. Peristiwa hacker menyerang situs tertentu memang bukan peristiwa baru. Banyak sudah peristiwa yang sama terjadi sebelumnya. Tetapi yang menyebabkan munculnya solidaritas komunitas lain, untuk ikut membantu dan masuk ke medan pertempuran itu, mungkin kasus wikileaks ini salah satu yang menarik.

I imagine that right now, you're feeling a bit like Alice. Hmm? Tumbling down the rabbit hole?

- The Matrix

* Gambar dan artikel dari sini: http://arstechnica.com dan dari sini: http://venturebeat.com

-----------------------
say it, you'll have it. Saya di Google+
Posting Komentar