10 Des 2010

Kecoa: Rendah Sumberdaya, dan Tahan Lama


Katanya, kecoa ini salah satu hewan yang paling tahan lama. Sementara banyak makhluk lain punah seiring berjalannya usia bumi, binatang satu ini tetap bandel. Menurut para ahli sejarah binatang, kecoa sudah ada semenjak 350 juta tahun yang lalu. Mereka bahkan duluan hadir sebelum dinosaurus yang diyakini muncul 250 juta tahun yang lalu. Seperti binatang lainnya, mereka mengalami evolusi sampai memiliki bentuk sekarang ini, misalnya pada kakinya. Enam kaki yang dimiliki kecoa membuat mereka dapat bergerak secara mengagumkan dan berlari cepat. Tetapi secara umum, kecoa tidak mengalami perubahan bentuk yang drastis.

Kecoa mampu hidup di semua lokasi di Bumi ini, bahkan di antartika sekalipun, kecuali pada wilayah di ketinggian di atas 6.500 kaki. Sekurang-kurangnya ada 3500 jenis (planetcocroach.com), bahkan ada yang mengatakan mencapai 5000 jenis. Mereka memilih untuk hidup di tempat-tempat lembab, seperti pembuangan sampah, di belakang lemari, bahkan di bawah tempat tidur.

Siklus hidup kecoa sebenarnya memiliki tiga tahap perkembangan, mulai dari tahap sebagai telur, nimfa, dan tahap dewasa. Siklus dimulai dari telur yang dimasukkan ke dalam wadah sebanyak enam sampai 40 telur sekaligus. Wadah-wadah ini sering disembunyikan untuk menjaga keamanannya. Beberapa kecoa ada yang memilih untuk menjaga telur mereka, sedangkan yang lain masih ada yang membawa wadah ini bersama mereka, sampai telurnya siap menetas.

Ketika menetas telur dan kecoak muda sangat kecil dan dikenal sebagai peri. Nimfa harus melalui beberapa tahapan yang disebut molting, di mana tubuh mereka akan sangat lembut dan putih. Setiap kali proses molting selesai kecoa akan menjadi lebih besar, berubah warna, dan terlihat lebih seperti kecoa dewasa. Tahap dari siklus hidup kecoa bisa berlangsung dari satu bulan hingga beberapa tahun, tergantung pada lingkungan, jenis kecoa, dan prevalensi terhadap penyakit kecoa dan parasit.

Mereka hidup dengan merasakan dan makan melalui kaki-kakinya. Selain digunakan untuk jalan-jalan, kaki-kaki ini adalah "lidah" mereka dalam urusan makan. Karena itu mereka merupakan salah satu serangga yang menyebarkan bibit penyakit, terutama karena mereka nongkrong-nya di tempat-tempat yang buat kita memang "menjijikkan."

Kenapa mereka bisa begitu tahan lama di dunia ini? Atau dalam kata lain kok bisa sedemikian survive? Salah satu yang menarik, mereka ini tidak butuh sumber makanan dan kondisi lingkungan yang aneh-aneh. Tidak seperti manusia yang butuh kehangatan ketika musim dingin tiba, atau butuh AC ketika tinggal di lingkungan yang sangat panas. Kelihatannya, toleransi mereka terhadap alam lebih baik dari makhluk yang lain.
Cockroaches are often associated with garbage, food that has been left out, and can often be found in the kitchen. Moist, damp, dark areas tend to attract cockroaches, and they can eat just about anything. Another interesting cockroach fact is that they can survive on literally anything including the glue on stamps and envelopes, the residue on your toothbrush, and medicine!
Sebuah laporan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, Vol. 106, No. 43, October 27, 2009, menyebutkan bahwa kecoa mampu mengubah sampah menjadi sari makanan yang dibutuhkan kecoa untuk hidup. Ini berkat sejenis bakteria yang disebut blattabacterium. Hal ini membuat kecoa dapat hidup dengan memakan apa saja. Efisiensi sistem daur ulang yang dilakukan bakteri tadi, membuat kecoa tidak butuh pipis. Bakteri inilah sumber kedigdayaan kecoa hingga mampu bertahan hidup.

Mungkin, ini hanya sekedar berkhayal, manusia bisa lebih sejahtera hidupnya jika meniru kecoa, tidak perlu berlebihan dalam mengeksploitasi lingkungan demi kebutuhan hidupnya. Hidup dengan sumberdaya yang seadanya, mengoptimalkannya, mungkin akan lebih membawa kesejahteraan. Tentu tidak perlu sampai harus meninjeksikan blattabacterium ke dalam tubuh manusia.

Kini, isu sumberdaya alam yang digunakan untuk menopang kehidupan manusia semakin menjadi isu besar. Energi alternatif diperkirakan menjadi primadona di masa depan, karena sumber energi kita saat ini tidak akan bertahan lama. Isu krisis energi sudah menjadi isu global, karena tampaknya umat manusia semakin tidak bisa hidup tanpa energi. Gagasan mengenai energi alternatif pun harus segera digagas, misalnya yang satu ini.

Selain mencari energi alternatif, tentu ada baiknya mengurangi konsumsi energi untuk hal-hal yang berlebihan. Kecoa mungkin bisa jadi inspirasinya.

-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar