24 Agt 2010

Jangan Pernah Bosan Dibohongi

Belakangan banyak kan pejabat bohong? Beneran bohong atau tidak sih? Mana ku tehe?! Cuma berita media yang bisa kita telusuri untuk menemukan dimana letak kebohongan-kebohongan itu. Itupun kalau medianya bisa dipercaya, kalau tidak? Kesian deh lu! Yang belakangan ini sedang panas, adalah soal Grasi untuk Kasus Korupsi Syaukani, mantan Bupati Kutai Kartanegara yang dipidana 6 tahun. Dan tentu saja, kasus besan Pak Presiden, Aulia Pohan.

Syaukani Hasan Rais, mendapat grasi tiga tahun dari Presiden, setelah mendapat pertimbangan MA. Alasan utamanya adalah kondisi kesehatan beliau. Berdasarkan foto dan catatan medis dokter yang merawatnya, Syaukani pun bebas sejak 18 Agustus 2010 yang lalu, karena surat resmi grasi dari Presiden diterbitkan.
Menurut dr Yusuf Misbach, ketua tim dokter yang merawat, kondisi Syaukani masih memprihatinkan. Dia menerangkan, Syaukani mengalami stroke. Beberapa anggota badannya tidak bisa bergerak dan tekanan darahnya drop. Selain itu, mata Syaukani tidak bisa melihat. Untuk berbicara pun, dia mengalami kesulitan. Namun, masih ada komunikasi meski sering melantur.

Yusuf menjelaskan, yang membuat kondisi Syaukani sedemikian rupa adalah stroke dan bagian kepalanya yang kerap kekurangan oksigen. ’’Sudah sekitar tiga tahun dia mengalami kondisi seperti itu. Jadi, diperkirakan dia tidak lagi bisa membaik dan dipastikan tidak bisa mandiri,’’ ucapnya.

Bahkan, dia mengakui bahwa pihaknya pernah mengirimkan surat kepada Kementerian Hukum dan HAM agar Syaukani tidak lagi ditahan. ’’Percuma ditahan, orang dia tidak bisa ke mana-mana lagi,’’ ujarnya lalu tersenyum.
Kita tidak bisa melihat bagaimana cara dokter itu tersenyum, tapi bisa dipastikan senyumnya sangat bermakna. Entah apa yang sedang dibayangkannya, Rumah mewah? Liburan ke Hawai atau ke Disney? Eitts, kita nggak tahu kan? Jadi jangan menyebar fitnah. Dokter itu cuma tersenyum. Titik.

Terutama kalau kita baca juga berita lama, belum 3 tahun yang lalu dari para kader Golkar di Kuker. Tahun 2009 itu belum 3 tahun yang lalu kan? *Lulus SD gak sih lo?*
Rita Widyasari juga menyampaikan kabar baik yakni seputar kesehatan mantan Bupati Kutai Kartanegara Prof. Dr. H. Syaukani,HR,SE,MM yang sempat dikabarkan meninggal dunia tersebut. Kini kondisi kesehatan Syaukani HR yang juga mantan Ketua Umum DPD Partai Golkar Kaltim itu berangsur-angsur membaik.

“Saya baru saja pulang dari Jakarta, ayahnda saya (Syaukani HR,red) menyampaikan rasa hormat kepada masyarakat yang telah mendoakan untuk kesembuhannya. Kini kondisi kesehatan beliau sudah membaik, bisa bicara dan belajar berdiri. Melalui tempat yang mulia ini (masjid,red) beliau minta didoakan untuk kesembuhannya agar bisa berkumpul kembali ditengah-tengah masyarakat Kukar,” ungkap putri kedua Syaukani HR ini.
Apakah Rita juga sedang tersenyum? Ah sayang artikel itu tidak menggambarkan dengan baik apa yang tampak di rona wajahnya. Kalau sekarang, saya bisa pastikan ia bisa tersenyum senang, bisa memboyong pulang ayahandanya sebagai orang bebas, karena diampuni oleh negara. Eh, negara atau pemerintah sih?. Lagipula sebentar lagi lebaran, kesian kan sudah 3 lebaran dia nggak pulang. Nyaingi Bang Toyib neh.
Menurut pengacara Syaukani, Rudi Alfonso, Syaukani banyak memberikan kemajuan bagi Kabupaten Kutai. Hal itu terlihat dari dana bagi hasil (DBH) yang sangat besar dan membuat Kutai sebagai daerah tinggat II terkaya di Indonesia. Syaukani juga sukses membawa banyak terobosan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Kutai.

“Itulah sebabnya, sebagai rakyat Kutai sangat merindukan Pak Syaukani pulang,” imbuhnya.

Rudi menambahkan, rencana pulang ini hanya sementara. Artinya hanya untuk lebaran saja. Setelah itu, Syakauni akan kembali dibawa ke Jakarta untuk menjalani perawatan berikutnya.
Apakah ini bukti kuat bahwa si dokter berbohong? Entahlah. Keterangan dokter ini sempat diragukan juga, karena tidak diklarifikasi dengan penelitian oleh dokter independen. MA hanya menggunakan foto dan keterangan dokter Rumah Sakit sebagai dasar mempertimbangkan grasi Presiden. Menurut MA, cukup mempercayai keterangan dokter saja, karena hakim-hakim itu toh tidak paham urusan medis.  Yoi, coy! Artinya, MA tidak berharap si dokter berbohong, karena kalau itu terjadi, mereka akan menyalahkan si dokter saja. Lagipula, ini cuma kebohongan kecil saja di antara yang lain, nyang tentang rekaman itu tuh...

Apakah tidak ada cara lain untuk merawat Syaukani, tanpa harus melepaskan status narapidana-nya? Kemanusiaan memang perlu, karena itulah kita beda dengan binatang. Tetapi Pancasila Sila Kedua menambahkan kata "yang Adil dan Beradab". Apakah keputusan grasi itu terasa adil? Suka-suka Presiden lagee, itu kan hak doi...

OK deh Pak. Selamat lebaran di kampung ya! Apa mau nitip salam sekalian sama Besan Pak Presiden? Secara gitu lho.. *gubrak!*

Gambar dari http://www.tribunnews.com/

-----------------------
say it, you'll have it. Saya di Google+
Posting Komentar