15 Jun 2010

Bingung atas Dana-dana itu

Dana Aspirasi atau kemudian berubah menjadi Dana Dapil dibicarakan di Badan Anggaran untuk dimasukkan dalam Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Partai Golkar awalnya mengusulkan Dana Dapil ini sebesar Rp 15 miliar per anggota DPR. Tapi lalu ada gagasan lain untuk memberi setiap desa Rp 1M, yang kemudian disebuat sebagai Dana Desa.

Di luar gagasan itu semua, desa sudah punya alokasi dana, yang disebut Dana Desa. Apa itu Alokasi Dana Desa atau ADD? ADD adalah alokasi khusus desa yang dialokasikan oleh Pemerintah melalui Pemerintah Daerah (Kabupaten). Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pembangunan tingkat desa baik pembangunan fisik (sarana pra-sarana) maupun sumber daya manusia.

Dasar hukum pengalokasian ADD adalah PP 72/2005 tentang Desa yang kemudian dijabarkan dalam SE Mendagri No 140/640/SJ tahun 2005 tentang Juklak Alokasi Dana Desa. PP 72/2005 pasal 1 ayat 11 menyebutkan:
Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota.
Sedangkan Pasal Penjelas PP 72/2005 menegaskan bahwa:
Yang dimaksud dengan “bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah” adalah terdiri dari dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam ditambah Dana Alokasi Umum (DAU) setelah dikurangi belanja pegawai.

Alokasi ADD adalah 70% untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan serta 30% untuk pemerintahan desa dan BPD.
Penentuan besar kecilnya ADD dihitung berdasarkan pada variabel utama : Tingkat Kemiskinan, Pendidikan, Kesehatan dan Keterjangkauan Desa. Selain itu ada variabel tambahan, yaitu Tingkat Partsipasi Masyarakat, Jumlah Penduduk, Potensi Ekonomi, Luas Wilayah dan Jumlah Unit Komunitas Masyarakat (Dusun, RT/RW). Agar lebih mudah menghitungnya, SE Mendagri No 140/640/SJ tahun 2005 menerbitkan rumus cara menghitungnya. Karena banyaknya variabel tersebut, besarnya ADD setiap desa akan berbeda berdasarkan pada bobot masing-masing variabel.

Tetapi, ADD hanyalah salah satu dari sumber pendapatan desa, karena masih ada 3 sumber lainnya, yaitu; (1) Pendapatan Asli Desa, (2) Bagi hasil pajak daerah kabupaten/kota dan hasil dari retribusi kabupaten/kota yang sebagian diperuntukkan bagi desa, dan (3) Bantuan keuangan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten dalam rangka urusan pemerintahan dan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota untuk desa yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa.

Pemanfaatan semua dana itu harus melalui perencanaan yang partisipatif, dalam hal ini mengandalkan proses Musrenbang Desa. Musrenbang Desa, sebelum event-nya berlangsung, akan melakukan pengkajian (identifikasi masalah dan potensi) secara partisipatif, mengenai apa saja yang perlu diajukan dalam kegiatan Musrenbang nantinya. Untuk lebih lengkapnya, silakan perhatikan skema berikut ini:

paulsinlaeloe.blogspot.com

Berdasarkan mekanisme Musrenbang, hasil di tingkat desa akan dibawa secara berjenjang ke atas hingga pusat, setelah kurang lebih satu tahun. Januari Musrenbangdes, baru nanti Musrenbangnas di bulan Desember. Artinya, apa yang diusulkan di daerah baru akan terealisasi tahun depan. Itupun kalau tidak ada penundaan turunnya dana dari pusat.

Mekanisme ini, tentu harus dipahami semua pihak, ketika ada usulan Dana Desa atau Dana Aspirasi Rp 1M per desa itu. Apakah benar akan melalui Musrenbang, lalu Musrenbang yang mana? Hasil Musrenbang di tingkat desa akan dipercepat realiasinya ke pusat? Membuat jalan pintas dari mekanisme yang sudah ada ini? Atau adakah gagasan yang lebih cerdas untuk menyederhanakan proses realisasi ini dalam usulan tersebut?

Entahlah. Semua masih belum jelas. Berita yang berseliweran tidak begitu jelas mengungkap mekenisme seperti apa yang dimaksud oleh anggota dewan kita yang terhormat itu. Hingar-bingar pemberitaan selama ini di media, justru tidak pernah sampai pada substansi, apa sebenarnya yang diinginkan, dan bagaimana detil usulannya.

-----------------------
say it, you'll have it. Saya di Google+
Posting Komentar