15 Mar 2010

Cara Mudah Menggapai Kebahagiaan

Siapa sih yang tidak ingin bahagia? Pasti semua orang mau. Caranya gimana? Lha ini yang jadi masalah. Ada yang bilang, cari duit yang banyak biar bisa membeli apa saja, karenanya uang adalah sumber kebahagiaannya. Ada juga yang miskin tapi sombong, biar miskin asalkan bahagia. Nah yang ini biasanya tipe idealis. Hidup memang butuh uang, tapi uang bukan segalanya buat hidup.

Di balik segala alasan untuk mencapai kebahagiaan itu, sebenarnya banyak hal kecil yang bisa mendatangkan kebahagiaan. Tergantung seberapa besar apresiasi kita terhadap pengalaman "kecil" itu, sehingga bisa membuat kita bahagia. Paling tidak, membuat kita geli, atau bahkan tertawa terbahak-bahak.

Kalau kita geli sendiri membaca diary lama, mungkin orang yang melihat kita akan was-was. "Wah, nih orang udah mulai gak waras nih..." Makanya kemudian, lebih rame kalau kita tertawa-tawa bersama teman-teman atau sanak saudara. Intinya, terkadang menghargai peristiwa kecil yang membahagiakan itu, bisa lebih "hidup" kalau dilakukan bersama-sama. Ingatan kolektif kita juga biasanya lebih baik, daripada ingatan individu. Tetapi melakukannya untuk diri sendiri, ternyata memang jadi terapi yang unik.

Cerita, yang konyol, lucu, inspiratif, romantis, mengharukan, biasanya membuat kita bahagia. Ini tiba-tiba menginspirasi saya, ketika menemukan berita tentang sebuah web: 1000awesomethings.com yang berisi cerita-cerita pendek yang membahagiakan penulisnya. Putus asa karena terpaan berita jelek dan karena situasi perkawinannya, seorang pria Kanada, Neil Pasricha, memutuskan mencoba fokus ke hal positif saja. Karena itu mungkin ditulisnya dengan judul 1000 Awesome Something.

Katanya, blog itu aslinya adalah curhatan si penulis, yang mulai ditulis Juni 2008, dan diperbarui setiap minggu. Targetnya memang menuliskan 1000 cerita yang menarik tersebut, dan hingga saya menulis artikel ini, sudah ada tulisan ke 526 berjudul "When dreams come true".

Saya yakin ia kini lebih bahagia daripada sebelum menulis. Dengan memfokuskan pada hal-hal menarik, lucu, atau membahagiakan, saya yakin ia lebih optimis dengan hidupnya. Saya jadi ingat dengan presentasi Dr. Arvind Singhal dalam sebuah perhelatan Januari yang lalu, ia berkata "Stories make us think, stories make us sense of the world, stories inspired, stories motivated... Stories is count..."

Ya, cerita, dongeng, sesuatu yang sebenarnya bukan barang asing dalam kehidupan kita. Hidup kita dipenuhi dengan cerita, kita bernafas dengan cerita, demikian Dr. Arvind. Dan saya setuju dengan pandangan itu. Para motivator yang ulung, sangat pandai mengeksploitasi cerita-cerita yang inspiratif, untuk membangun semangat orang lain. Nah, daripada menunggu orang lain datang dan memotivasi kita, kenapa tidak coba sendiri saja?

Foto di atas adalah putri saya, ketika berusia kurang dari 1 tahun. Sekarang ia sudah 3,5 tahun, dan Anda tahu bagaimana ide-ide aneh anak seusianya suka membuat orang tua senewen. Terkadang dalam kondisi yang tidak tepat, orang tua seperti saya bisa kesal dibuatnya. Tapi membuka album fotonya, membangkitkan kembali ingatan pada kelucuan yang dibuatnya, membuat semua kekesalan itu mendadak hilang. Saya berharap akan terus dapat melakukannya hingga ia dewasa, masa yang mulai membuat orang tua semakin sering jantungan.

Seorang teman baru saja bercerita tentang #fiksimini, sebuah cara baru menulis cerita melalui media sosial Twitter. Dalam keterbatasan ruang, hanya 140 karakter, Anda bisa juga ikut bereksperimen, menggali ingatan tentang hal-hal yang membahagiakan itu, lalu menuliskannya kembali. Namanya juga fiksi, tentu tidak harus persis seperti pengalaman aslinya. Tapi saya yakin Anda akan tersenyum sendiri ketika menuliskannya, dan semoga para pembaca akan ikut terhibur karenanya. Paling tidak Anda telah membahagiakan orang lain, dengan melakukannya.

Tapi kalau Anda beruntung, siapa tahu karya Anda akan mendapat penghargaan, seperti yang diterima Neil Pasricha dengan blog-nya.


-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar