3 Sep 2009

Bencana Gempa, dan seterusnya

Siang, tanggal 2 September 2009, pukul 14.55 WIB. Saya sedang bekerja di depan komputer. Meja bergoyang, jendela berderak. Buru-buru kabur, sambil menekan enter untuk kata GEMMPAA! di Politikana. Baru saja mau buat komen tentang satu topik, tapi karena keburu gempa, itulah jadinya. Data 7,3 SR awalnya dari USGS, tapi setelah cek lagi hari ini, angkanya direvisi menjadi 7 SR. Pada pukul 16.28 WIB, sebenarnya ada lagi gempa susulan 4,9 SR, tapi tidak terlalu terasa di Bandung. Gempa susulan ini yang nampaknya jadi keputusan BMG membatalkan peringatan Tsunami.

7,3 skala richter, cukup untuk menjungkalkan rumah-rumah pemukiman. Apalagi durasi gempanya kurang lebih 2 menit. Kami di Bandung saja panik, karena gempa itu terasa seperti sedang naik kapal ke luar Jawa. Di tempat saya tidak ada yang rusak, tapi tidak dengan Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya. Kemarin, sebenarnya Mentawai-lah yang duluan merasakan gempa. USGS mencatat dua kali gempa, yang pertama berkekuatan 5,2 SR pada pukul 06.47 WIB, lalu gempa susulan pada pukul 09.08 WIB berkekuatan 4,7 SR.


Hingga pukul 13.00 WIB hari ini, menurut data Geographic Information System BNPB, total korban meninggal sudah 46 orang. Semuanya dari provinsi Jawa Barat. Meski kerusakan juga terjadi di sekitar wilayah Jawa Tengah, tapi sampai saat ini belum tercatat adanya korban. Semoga tidak bertambah lagi angka-angka ini.


Kalau memantau dari web USGS, maka Anda akan melihat kejadian gempa di belahan dunia. Tadi pagi misalnya, di Papua sebenarnya ada gempa berkekuatan 4,8 SR. Semoga tidak sampai ke daratan, dan tidak berlanjut lagi. Sekarang, tinggal menyelamatkan korban bencana. Sudah banyak yang beraksi, dan mengulurkan tangannya untuk membantu korban di wilayah selatan Jawa itu. Semoga para korban meninggal diterima di sisi Allah, SWT. Dan yang ditinggalkannya diberi kekuatan untuk melanjutkan hidup.

Indonesia, memang negeri bencana. Gunung berapi di mana-mana, pertemuan lempengan di bawah lautan kita, belum lagi kebakaran hutan, dan banjir akibat penggundulan hutan semena-mena. Cukuplah sudah, hentikan bencana akibat kelalaian manusia. Bencana seperti gempa yang tak mungkin dideteksi saja sudah sangat menyulitkan kita.

-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar