3 Apr 2009

Stop Eksploitasi Korban Situ Gintung!

kompas cetak, 3 April 2009

Benar sekali kartun Jitet di Kompas hari ini (3 April 2009). Korban Situ Gintung bukanlah tontonan, jadi mohon hentikan dramatisasi tak perlu di media massa. Mereka perlu didorong untuk bangkit, bukan terus-terusan diwawancarai mengenai duka laranya.

Belakangan, salah satu televisi swasta kita sangat getol menayangkan korban-korban Situ Gintung. Alih-alih update informasi dari Situ Gintung, yang terjadi justru tayangan cerita kesedihan para korban yang diwawancarai. Menonton sekali saja sudah membuat bulu kuduk merinding, tak perlu lah rasanya diulang-ulang.

Tak bisakah kita bicara sesuatu yang lebih mencerahkan, tentang bagaimana para korban ini akan direlokasi, dimana, kapan, dan selama mereka di pengungsian apa yang bisa dilakukan. Kalau perlu, bagaimana potret situ-situ (baca: bendungan jaman Belanda) lain di Indonesia saat ini, akankah mengalami tragedi yang sama, atau bisa diantisipasi dari sekarang. Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama, dua kali. Jadi, hanya pemerintah keledai yang membiarkan rakyatnya mengalami (dampak) bencana yang sama, yang seharusnya bisa diantisipasi.

Lebih parah lagi partai politik yang memasang benderanya di tenda-tenda pengungsian di antara onggokan puing-puing rumah yang habis tersapu air. Hentikanlah sejenak melihat situasi ini sebagai objek kampanye untuk mendulang suara. Lihatlah mereka dari hati yang paling dalam, hanya sebagai manusia biasa. Manusia rapuh yang baru saja mendapat cobaan berat dalam hidupnya.

Tentu masih banyak aksi-aksi positif lain, yang patut mendapat apresiasi positif pula. Aksi ini rasanya lebih melegakan, memberi harapan bagi mereka yang merasa hampir kehilangan segalanya. Salut untuk Anda!


-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar