27 Feb 2009

Doa Saja Tidak Cukup

Dalam hal berdoa, kita ini terkadang jadi ahlinya. Coba kita simak cerita berikut ini:

Seorang pecandu lottere sudah berbulan-bulan ini mengidamkan pengen punya rumah bagus. Maka berdoalah ia kepada Tuhan, setiap malam sebelum tidur.

Malam pertama, ia memulai doanya dengan sangat khusuk, "Tuhan, kalau aku menang lotere, akan kubelikan rumah bagus dan besar, akan kugunakan sebagian rumah itu untuk menampung anak yatim piatu, anak jalanan, dan para pengembara yang tersesat di kota ini. Tolong Tuhan, kabulkanlah doaku ini..."

Besok paginya, dengan bersemangat ia melihat penguman pemenang lotere, tapi namanya tak ada di sana. Malam berikutnya, ia kembali mengulang do'a nya, persis seperti malam sebelumnya. Lalu paginya ia periksa lagi, tetap saja tidak ada.

Lalu akhirnya, pada malam ketiga, ia mulai gusar pada Tuhannya. Do'anya mulai beda, "Tuhan, kalau kali ini aku tidak menang juga, aku tidak akan berdo'a lagi padamu. Aku akan mencari Tuhan yang lain saja!"

Tampaknya Tuhan mulai bosan juga dengan keluh-kesah si pecandu lottere ini. Tiba-tiba petir menyambar. Jendela kamarnya tiba-tiba terbuka, dan si pecandu lottere ini terjatuh pingsan. Dalam pingsannya, ia mendengar sebuah suara, tak kalah gusar, "KALAU MAU MENANG, BELI LOTTERE-NYA!!"

Ternyata si pecandu itu lupa membeli lottere, tapi malah sibuk berdo'a agar bisa menang...

Jadi, berdo'a memang penting, tetapi jangan lupa berusaha. Appreciative Inquiry memang menyatakan apa yang Anda pikirkan, itulah masa depan Anda. Tapi tanpa bekerja, ya tidak ada hasilnya... Begitu....
-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar