22 Jan 2009

Thanks to Bush!

Barack Obama and Michelle ObamaImage via WikipediaAkhirnya, Barack Obama naik panggung dan mengucapkan sumpahnya. Dunia turut bergembira, menyaksikan presiden baru Amerika yang ke 44 ini. Segudang harapan dibebankan kepada Obama, baik oleh rakyat Amerika sendiri, maupun oleh warga dunia mengingat Amerika masih diperhitungkan sebagai negara adidaya.

Karena sudah terlalu banyak yang mengomentari mengenai Obama, maka saya tidak tertarik lagi bicara mengenai peran Obama ke depan. Sambil mencoba menerapkan appreciative inquiry, saya justru tertarik pada apa yang kita bisa pelajari dari pemerintahan Bush selama 2 periode. Satu hal yang bisa saya lakukan, adalah berterima kasih.

Kita patut berterimakasih kepada Bush, karena dengan kepemimpinannya, mata kita semakin terbuka bahwa negara sebesar Amerika bukanlah negara yang sempurna. Demokrasi memang menjadi segala-galanya, tetapi kualitas pemimpin tetaplah faktor utama.

Karena kelakuan Bush, kita bisa melihat bahwa negara sebesar Amerika juga bisa berkelakuan 'bodoh', sama seperti pemimpin negara berkembang di dunia ketiga. Atau kalau mau lebih spesifik, seperti juga pengalaman di nusantara ini.

Saya jadi lebih percaya diri, bahwa 'kebodohan' yang selama ini kita citrakan pada negara kita sendiri, sebenarnya bisa berlaku juga pada negara sebesar Amerika. Dengan segala hormat kepada para pemimpin di negeri ini, saya tidak bermaksud mengatakan Anda semua bodoh. Tapi paling tidak, ternyata ada juga negara besar yang mengaku adidaya, tetapi kelakuannya seperti negara baru merdeka.

Kita bisa mencaci maki Bush, tapi saya lebih memilih untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Karena paling tidak saya sekarang cukup menyadari, bahwa negeri ini bukanlah negara terbodoh di dunia, mungkin kita satu atau dua tingkat di bawah Amerika era kepemimpinan Bush yunior itu.

Sekarang, Amerika bisa bernafas lega. Pemimpin yang dianggap warganya sebagai salah satu pemimpin terburuk di negerinya itu, kini sudah lengser. Barack Obama kini menjadi pemimpin baru, dengan segudang retorika dan janji-janji pelipur lara. Mari kita beri selamat teman-teman Amerika kita, sambil berdoa kita juga mendapat 'Obama' ala Indonesia. Bukan sekedar pemimpin yang mengeksploitasi kebijakan untuk kepentingan partainya.
Selamat, Obama! Terima kasih, Mr. Bush!

-----------------------
say it, you'll have it.


Reblog this post [with Zemanta]
Posting Komentar