16 Sep 2008

Gas lenyap, iklan politik melonjak



Luarbiasa brengsek negeri ini. 
Minyak tanah dimahalkan. Katanya subsidi membebani APBN, sehingga subsidi harus dicabut. Masyarakat dihimbau ganti bahan bakar menjadi gas elpiji. Tapi, belakangan gas menghilang dari pasaran. Padahal para pejabat pernah nongol di televisi dan menyatakan bahwa pasokan gas kita aman? Kebohongan atau kebebalan? Atau ada sekelompok oportunis yang mau mengambil untung dari penjualan gas di pasaran? 

Sementara banyak sekali uang lalu lalang di biro iklan. 
Menjelang pemilu, politisi bangsa ini sibuk membelanjakan sejumlah uang di biro iklan. katanya mencari dukungan, atau hanya pasang tampang. Padahal uang itu jumlahnya pasti tidak segenggam. Sementara 21 orang mati karena antrian uang tiga cebanan, di tempat lain dihambur-hamburkan uang untuk yang namanya dukungan... Sungguh bangsa yang kebangetan. Tebal muka, pasang tampang, membual di muka umum hanya karena uang & kekuasaan.

Kita memang perlu menjadi bebal. 
Atas bualan-bualan pejabat pemerintahan. Atas kondisi yang tidak jua membaik setelah korban berjatuhan. Atas pesta kemenangan di atas penderitaan rakyat yang harus kembali memakai arang. Atas kebodohan dan kebebalan penguasa yang hanya sibuk cari DUKUNGAN, dan membagi-bagi uang recehan. Saatnya merebut kembali negeri ini!
Posting Komentar