16 Agt 2008

Politikus Busuk: Saatnya Blogger Bertindak


Maraknya berita korupsi di kalangan legislatif dan eksekutif belakangan ini membuat saya jadi semakin ragu, apakah Pemilu masih bisa jadi harapan untuk perubahan yang akan terjadi di negeri ini. Meski harapan itu makin mengecil, tapi hanya kepada mekanisme demokrasi seperti inilah kita berharap terjadinya perubahan. Pemimpin baru, semoga menghasilkan kehidupan baru. Tapi bagaimana memilih pemimpin yang 'tidak busuk'?

Pada bulan Mei yang lalu, ICW melalui web antikorupsi.org meluncurkan Gerakan Nasional Tidak Pilih Politikus Busuk (GANTI-POLBUS!) Sebenarnya ini bukan gerakan baru, mengingat sejak pemilu 2004 sudah digelar. Tapi lihat saja hasilnya, politikus hasil pemilu 2004 ternyata masih banyak yang 'busuk', meski tidak sedikit juga yang baik.

Terbayang gagasan untuk meluncurkan data base tentang para politikus busuk ini melalui blog. Siapapun Anda, jika memiliki informasi yang valid mengenai 'kebusukan' caleg atau capre/cawapres untuk 2009 nanti, ada baiknya Anda bagikan informasi ini kepada masyarakat. Karena saya menulis ini dalam konteks blogging, saya menyarankan buatlah blog Anda sendiri, dan terbitkan informasi Anda tersebut, online!

Saya yakin, masyarakat banyak yang membutuhkan informasi yang sebenar-benarnya mengenai siapa calon yang akan dipilih, atau yang pantas dipilih. Untuk itu, saya menyerukan kepada Anda para blogger yang peduli pada proses demokratisasi negeri ini, untuk mulai mengumpulkan, atau paling tidak meneruskan berita-berita yang menyangkut perilaku para calon pemimpin yang Anda dapat, di blog Anda. Biar lebih mudah ditemukan, set saja judulnya diawali dengan 'Politikus Busuk: ...' dan label-nya menjadi 'Politikus Busuk', seperti artikel saya ini. Nanti dipikirkan lagi bagaimana mengelola informasinya. Anda punya ide lain?

Semoga bermanfaat untuk semua!

-----------------------
say it, you'll have it.


Enhanced by Zemanta
Posting Komentar