26 Mei 2008

Film-film Favorit(ku)

Fahrenheit 9/11 (2004)

Film ini memang gak ada matinya. Kritik Michael Moore atas pemerintahan Bush yang menerapkann strategi 'teror' atas rakyatnya sendiri, memang sangat keras. Bahkan Bush sendiri menyindir-nya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih layak, lantaran kekritisan Moore buat bush memang serasa orang kurang kerjaan.

Tapi di luar itu semua, membuktikan satu hal yang penting buat saya, bahwa pemerintah dimana-mana ternyata tidak lepas dari pengaruh kapitalis. Bahwa para pengusaha, yang diakui Bush sebagai "foundation" dari pemerintahannya, itupun terjadi di sini. Cuma tidak diakui saja secara terang-terangan. Era kapitalis terbukti mampu mendikte negara mana saja, bahkan Amerika yang mengaku negara adidaya. Dibalik semua kekisruhan dunia, para kapitalis-lah yang mendapat keuntungan.

Sicko (2007)

Satu lagi film Michael Moore yang patut ditonton. Di antara kayanya orang Amerika, ternyata tetap saja, kapitalis yang berkuasa. Para rakyat miskin, yang tak sanggup bayar asuransi, silakan lewat! Hehehe... kirain di sini aja orang miskin dilarang sakit, ternyata di AS juga! Sampe para sukarelawan 9/11 yang harus berobat karena sakit pernafasan, harus diajak Moore ke Kuba, lantaran disana obatnya jauh lebih murah, dan di setiap blok ada klinik untuk warganya!

Kapan di Indonesia? Mungkin nanti, kalau harga BBM dunia sudah turun lagi, trus pemerintah sudah bisa jualan minyak lagi, trus tidak ada korupsi lagi, trus partai politik tidak menghabiskan uang rakyat lagi, trus kampanye-kampanye tidak jualan janji-janji lagi, trus para calon pemimpin tidak beriklan lagi, trus para politikus sudah punya hati nurani lagi, dan seterusnya...

The Burning Season
(1993)

The Chico Mendes Story. Kenapa film ini? Film ini memang tidak sepopuler karya Michael Moore, tapi film ini merupakan salah satu film yang diangkat dari kisah nyata di Brasil, tentang seorang pahlawan hutan tropis Amazon. Padahal cita-citanya hanya satu, tetap menjadi penyadap karet, tapi dengan kehidupan yang lebih baik.

Pilihan Mendes pada perkebunan karet dianggap menghambat kemajuan Amazon, karena industri tidak bisa masuk. Peternakan sapi yang diidam-idamkan para kapitalis tidak berhasil menembus kekerasan hati Chico Mendes. Tapi akhirnya peluru juga yang menembus jantungnya, mengakhiri perjuangan Chico Mendes melawan para kapitalis yang menginginkan lahan perkebunan karet itu untuk dijadikan peternakan.

Tidak jauh berbeda mungkin dengan apa yang terjadi pada masa Orde Baru, hanya sayangnya belum ada yang difilmkan sebaik Chico Mendes.

Imagining Argentina (2003)

Ini kisah represi yang lain, dari ranah Amerika Latin. Argentina, di jaman represi militer yang sangat kuat, menindas rakyatnya sendiri dengan kekerasan ala militer. Perlawanan, dibalas dengan penculikan, penyiksaan, pembunuhan, dan kekerasan lainnya. Mirip benar dengan apa yang terjadi pada Indonesia di sekitar tahun 70-90an.

Carlos Rueda, suami sang jurnalis yang terlunta-lunta karena mencari sang istri, Cecilia Rueda (Emma Thompson) dan anaknya yang diculik pemerintah di sekitar tahun 1976-1983. Pencarian yang tiada henti membawa Carlos Rueda (Antonio Banderas) dalam petualangan penuh bahaya.

Menonton film ini seperti mengikuti berita di koran kita tahun 90-an, ketika berita tentang aktivis yang hilang, atau koran yang dibredel pemerintah, dan diakhiri dengan kerusuhan massa.


The Departed (2006)

Nah, kalau ini memang cukup luar biasa. Pernah ditayangkan di TV swasta Indonesia, dan memang film ini bisa bikin jantungan. Penjahat yang berwajah alim, dan polisi yang berwajah sangar. Penjahat menyelundupkan mata-mata ke kepolisian, dan sebaliknya polisi menyelundupkan agen ke sarang penjahat.

Bukan hal mudah berpura-pura menjadi penjahat, karena berlawanan dengan hati nurani. Ternyata lebih mudah berpura-pura menjadi orang baik, karena aturan sosialnya sudah jelas. Sementara aturan sosial menjadi penjahat? Paling tidak harus bisa membunuh! Weleh.

Tidak salah kalau film ini dapat Oscar. 4 penghargaan, Best Achievement in Directing, Best Achievement in Editing, Best Motion Picture of the Year, dan Best Writing, Adapted Screenplay.

Ada satu lagi, film yang sangat menggelitik, judulnya Wag the Dog. Tapi, ntar dulu, film ini rada susah dicari sekarang. Tunggu dulu yah... :D


-----------------------
say it, you'll have it.

*All images courtesy of http://www.impawards.com, except The Burning Season, from imdb.com.
Posting Komentar