12 Mei 2008

10 Tahun Sudah Reformasi itu

Tak terasa, "Era Reformasi" itu sudah berumur sepuluh tahun. Apa yang berubah? Cukup banyak. Lebih baik? Relatif, tergantung darimana cara pandang Anda.

Banyak orang yang ternyata masih merindukan era Orde Baru, karena katanya beras murah, BBM murah. Yang tidak bisa dinikmati hanyalah kebebasan berpendapat, karena berbeda artinya subversif, yang ujungnya adalah penjara.

Hmm... Ternyata, saya hanya merindukan masa-masa itu. Bukan masa-masa ketika merasa 'ditindas' oleh Orde Baru, tapi masa-masa dimana perlawanan itu ada dimana-mana. Perjuangan.. *weleh, kata-kata itu semakin asing rasanya* yang dilandasi semangat kesukarelawanan. Perjuangan, yang hanya mengenal satu tujuan. "Kebebasan."

Katanya, kebebasan. Terbebas dari apa? Penindasan. Katanya...

Tidak lama setelah peristiwa mundurnya Suharto, timbul semangat yang berlebihan. Euforia. Lalu beberapa tahun kemudian, Frustasi dengan demokrasi. Etika berpolitik yang ditunjukkan bangsa ini sungguh mengecewakan. Tapi masih ada sosok Alm. Kang Harry Roesli yang memberi semangat. "Semua ada harganya, termasuk demokrasi kita," demikian si bengal ini bertutur bijak.

Presiden demi presiden, pemilu demi pemilu. Kata-kata Kang Harry terbukti benar. Rakyat tidak bodoh lagi. Sosok yang terpilih sekarang, tampaknya adalah representasi aspirasi rakyat akan perubahan. Beberapa waktu lalu kita memang tidak punya banyak pilihan. Tapi sekarang, darah-darah muda yang tampil ke depan mulai banyak. Sedikit memberi pencerahan, meski masih juga menyisakan keraguan.

Tapi percayalah. Semua perubahan memang ada ongkosnya. "Ada harga, ada barang," kata para pedagang. Asal jangan diberlakukan pada kebijakan yang ditelorkan DPR dari Senayan. Huru-hara "ongkos" sidang yang belakangan ini membawa beberapa korban anggota DPR, membuktikan bahwa upaya partai bertahan hidup, masih sangat tergantung dari "setoran" para kadernya di kursi kekuasaan, baik di di legislatif maupun di eksekutif.

Jadi, apa kesimpulan 10 tahun reformasi ini? Hmmm...

-----------------------
say it, you'll have it.

Posting Komentar