12 Feb 2008

Pembatasan BBM - Smart Card

Demi keadilan. Demi penghematan. Demi keberlanjutan. Dikeluarkanlah kebijakan Kartu Pintar/Kendali (Smart Card) yang katanya biayanya 250 milyar, untuk membatasi pemberian subsidi BBM. Intinya sederhana, Tidak semua orang mendapat jumlah subsidi yang sama. Orang kaya hanya mendapat sejumlah kecil subsidi, sebutlah misalnya 5 liter BBM saja. Sedangkan orang miskin mendapat jumlah subsidi lebih banyak. Mungkin 10 liter.

Kaya dan miskin akan dilihat dari kendaraan apa yang Anda pakai. kalau Anda pakai BMW, keluaran tahun 2005, maka Anda orang Kaya. Kalau Anda pake motor Honda 125 CC tahun 2005, maka (mungkin) Anda orang miskin. Bahkan kalau Anda pakai skubek otomatis yang lagi laris manis itu, Anda bisa tergolong orang 'miskin' dan mendapat jatah subsidi lebih banyak.

Label Smart Card akan ditempelkan di kendaraan, dengan bar code yang akan menindai kendaraan tersebut setiap kali masuk SPBU. Dengan cara ini, maka setiap data kendaraan akan terpantau. Kartu ini akan rusak kalau dipindahkan ke tempat lain, jadi hanya sekali pasang. kalau Anda tidak punya kartu ini, Anda tidak akan dilayani di SPBU.

Setidaknya itu yang saya tangkap dari dialog di televisi pagi ini (12/02/08). Pemerintah sudah mulai merasa keberatan karena subsidi BBM yang kita berikan untuk rakyat, ternyata dinikmati secara kebablasan. Orang-orang euforia menghabiskan bahan bakar minyak dengan memilih memiliki kendaraan pribadi. Dari mempertahanan mobil rongsok yang boros bahan bakar dan polusinya luar biasa tinggi, sampai kredit motor yang lagi marak kayak dagang kacang rebus di pasar malam.

Mau apalagi. Transportasi umum tidak layak. Perumahan semakin jauh dari pusat kota, dimana orang mencari nafkah. Kalau tidak memiliki kendaraan pribadi, maka payah lah hidup kita. Sepeda? Hanya cocok buat orang kaya yang rumahnya punya halaman berhektar-hektar. Atau menikmati liburan di gunung. Jalanan sama sekali tidak ramah buat pengendara sepeda. Lomba bersepeda santai yang baru-baru ini digelar di Jakarta, ironisnya berhadiah sepeda motor. Mungkin di pedesaan, atau di beberapa kota yang tidak metropolit, sepeda masih mendapat tempat yang layak.

Kapan kita punya transportasi publik yang ramah penumpang, tidak membuat kericuhan di jalan, tidak membuat orang kecelakaan, dan tepat waktu? Kita harus terus berharap bahwa suatu saat pasti akan ada. Karena itu satu-satunya harapan yang masuk akal. Transportasi publik seperti kereta listrik, mungkin bisa menghemat BBM sekaligus mengurangi polusi di jalan-jalan.

Terlepas dari kebijakan Smart Card ini belum dikonsultasikan dengan DPR, tapi masyarakat sudah menciumnya. Media sudah mulai membahas pro-kontra nya. Belum lagi 1/4 trilyun yang menyolok mata itu. Orang DPR sendiri khawatir akan terjadi kerusuhan sosial, karena pengendara akan berebut BBM. Benarkah akan terjadi seperti itu? Bukankah ketersediaan tetap ada, hanya dibatasi subsidinya, bukan stok-nya? Ini orang DPR jangan-jangan belum baca draf-nya?

Sementara, ada gagasan lain yaitu membuat pajak BBM. Kendaraan akan dikenai pajak BBM sesuai jenis, tahun, dan kapasitas konsumsi bahan bakarnya. Pajak dapat ditarik melalui pembayaran pajak melalui STNK kendaraan setiap tahunnya. Katanya ini bisa menghemat hampir Rp 20 trilyun, sementara Smart Card ini hanya mencapai Rp 10 trilyun.

Baiklah, ada baiknya kita tunggu apa yang akan terjadi nanti. Segala upaya patut dicerca dan dimaki, tapi juga patut diapresiasi sebagai bukti kesungguhan pemerintah dalam mengusahakan keberlanjutan hidup kita di masa yang akan datang. Ingat, cadangan BBM kita bukanlah yang terbanyak. BBM juga akan semakin langka. kalau kita malah semakin tergantung padanya, maka kita justru akan terpuruk nantinya.

Artikel yang berhubungan:

Menaikkan BBM tanpa Menaikkan Harga
Pembatasan BBM Menyeluruh
Pembatasan BBM Rawan Konflik
Kaji Ulang Pembatasan BBM
Pertamina Siap Laksanakan Pembatasan BBM Bersubsidi
Konversi BBM ke Gas Dinilai Lebih Efektif

Update:
Pemerintah Pilih Batasi BBM (14/07/08)
Pemerintah memperkirakan konsumsi BBM transportasi bakal mencapai 39 juta kiloliter jika tidak ada pembatasan BBM...

-----------------------
say it, you'll have it.
Posting Komentar