20 Feb 2007

Definisikan Moral!

Dalam berbagai peristiwa, seksualitas seringkali dikaitkan dengan persoalan moral. Mengobral seksualitas artinya tidak bermoral, ekspos berlebihan pada seksualitas bisa merusak moral, dan lain sebagainya. Sebenarnya apa itu moral? Kenapa terlalu sering kita sebut-sebut, tapi tidak pernah kita sepakati definisinya?

Memangnya perlu mendefinisikan moral? Rasanya tak perlu. Artikel yang baru-baru ini dimuat di BBC News, tentang ekspos seksualitas wanita yang mempengaruhi perkembangan jiwa remaja putri, barangkali sebuah alternatif jawaban yang lebih mudah dicerna akal sehat. Only if we have one.

Sexualisation 'harms' young girls. Demikian judul artikel yang cukup menyeramkan ini. Tengok saja salah satu kutipannya:

"We have ample evidence to conclude that sexualisation has negative effects in a variety of domains, including cognitive functioning, physical and mental health, and healthy sexual development."

- Dr Eileen Zurbriggen, chair of the group and associate professor of psychology at the University of California, Santa Cruz.
Ternyata, di negara maju yang sudah merasa 'selesai' dengan persoalan seksualitas, masih takut dengan hantu yang satu ini. Mungkin salah komentar seorang penulis novel grafis asal Perancis, Marjane Satrapi, yang menulis bahwa salah satu hambatan yang membuat negara Iran sulit maju karena tidak pernah 'menyelesaikan' urusan seks. Toh, kini di negara maju yang sudah hampir 'selesai' dengan urusan seks, persoalan tentang ini tidak kunjung reda.

Temuan baru dari para ahli psikologi di Amerika ini menyajikan fakta bahwa segala ekspos tentang seksualitas, baik di media massa, maupun yang menumpang dalam game-game, dapat menimbulkan persoalan yang serius bagi remaja putri. Jadi, Dampingi putri Anda se-bijak mungkin!
Posting Komentar