20 Okt 2006

(Masih) Ramadhan dan Konsumerisme

adbuster.org
Sudah jamak orang memprotes kenaikan harga setiap menjelang lebaran. Tapi sudah jamak pula kalau ramadhan diwarnai dengan belanja sana-sini. Meski harga melambung tinggi, tidak mengurangi nafsu berbelanja kita. Demikian faktanya.

Tidak sedikit yang protes, atau mengkritik. Muhammadun As dari website JIL, sudah menulis tentang konsumerisme di bulan ramadhan ini sejak tahun 2003. Belum lama, dari Banjarmasin Post, ada artikel yang menulis tentang hal yang sama. Mahmudi Asyari, menulis tentang Ramadhan Versus Konsumerisme.

Tapi semangat berbelanja di bulan ramadhan, dari tahun ke tahun, terutama menjelang Lebaran tidak surut. Selain masalah belanja ini, sorotan terhadap persoalan komersialisasi tayangan selama bulan ramadhan juga cukup menarik disimak, sebagai bagian dari rantai konsumerisme. Dari Republika, persoalan komersialisasi tayangan ini dikaitkan dengan konsumerisme yang merebak. Tapi bukankah konsumerisme selama Ramadhan sudah ada dari dulu?

Kompas pada tahun 2002 sudah pernah memuat sebuah tulisan menarik, berjudul "Menahan Nafsu sambil Mengumbar Konsumerisme". Tulisan lama ini mencoba mengungkap, bagaimana menahan nafsu berbelanja lebih hebat susahnya daripada menahan nafsu amarah, atau makan dan minum.

Kapan makna ramadhan kembali pada pengendalian diri yang sepeuhnya? 
Tidak perlu menunggu, mulai saja dengan aksi, hari ini. Sekarang juga!
Posting Komentar