23 Okt 2006

Advertising & Bullying

Apa itu Bullying? Apa kaitannya dengan advertising? Coba cek definisi bullying berikut;

Bullying is when someone keeps doing or saying things to have power over another person.
Some of the ways they bully other people are by: calling them names, saying or writing nasty things about them, leaving them out of activities, not talking to them, threatening them, making them feel uncomfortable or scared, taking or damaging their things, hitting or kicking them, or making them do things they don't want to do.
Banyak hal dalam advertising, yang kalau dikaji lebih dalam, sebenarnya adalah sebuah proses bullying. Banyak iklan, meskipun tidak semuanya, memberi tekanan yang cukup membuat orang lain tidak nyaman. Ambillah kasus iklan Fren, dengan slogan "Hari gini...". Secara tidak langsung, besar sekali tekanan yang muncul bagi mereka yang tidak sanggup beli handphone, dan akhirnya memaksakan memilikinya.

Masih banyak contoh yang sebenarnya bisa dikategorikan perilaku bullying. Iklan shampoo, misalnya, yang konsisten 'mendiskriminasikan' orang-orang berketombe. Belum lagi iklan pemutih kulit, yang selalu menggambarkan wanita-wanita kulit gelap tidak pernah mendapat perhatian dari laki-laki. Bahkan juga untuk mereka yang kelebihan berat badan.

Iklan memang tidak sesederhana komunikasi biasa. Banyak strategi pendekatan di sana, termasuk pendekatan membujuk, atau menakut-nakuti. Semua bentuk pendekatan itu, diam-diam membuat tekanan yang kuat bagi komunikan yang menerima pesan. Tekanan itu diharapkan kemudian merubah kepercayaan yang selama ini tidak sesuai dengan maunya pengiklan, atau bagi para pengikut kepercayaan si pengiklan, maka pesan diarahkan memperkuat kepercayaan itu, sehingga para pengikut itu 'taat' pada pesan pengiklan. Tidak ada kekerasan fisik, semuanya diambang bawah sadar. Karenanya, iklan sering dihubungkan dengan subliminal message.

Apakah Anda pernah merasa tidak nyaman gara-gara melihat iklan? Maka Anda adalah korban bullying yang dilakukan iklan.
Posting Komentar